Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2011

Penemu Insulin

Insulin – Frederick Grant Banting | Dua hari yang lalu tanggal 14 November, di seluruh dunia baru saja memperingati World Diabetes Day atau Hari Diabetes Dunia. Mengapa dipilih tanggal 14 November untuk memperingati World Diabetes Day atau Hari Diabetes Dunia?
Jawabannya adalah untuk memperingati hari lahirnya Frederick Grant Banting, tokoh penemu 
insulin (silahkan baca artikel saya tentang apa itu insulin?).
Frederick Grant Banting dilahirkan pada tanggal 14 November1891, di Alliston, Ontario, Canada, dia adalah anak bungsu dari lima saudara dari hasil perkawinan William Thompson Banting and Margaret Grant.
Banting kawin dengan Marion Robertson pada tahun 1924, dan memiliki seorang anak bernama William Banting pada tahun 1928. Perkawinan dengan Marion Robertson berakhir dengan perceraian pada tahun 1932. Dan pada tahun 1937 Banting kawin lagi dengan Henrietta Ball.
Banting menyelesaikan sekolahnya Public and High Schools – Alliston dan kemudian melanjutkan ke kuliah di University of Toronto. Pada awalnya beliau kuliah di jurusan keagamaan, tapi kemudian beliau pindah ke jurusan farmasi. Dikebanyakan artikel yang saya baca nama beliau hanya disebut dengan nama Banting. Dia adalah seorang medical scientist, doctor and penerima hadiah nobel dibidang Physiology or Medicine pada tahun 1923.
Banting mulai sangat tertarik dengan penyakit kencing manis atau diabetes pada saat beliau bekerja di Naunyn, Minkowski, Opie, Schafer. Dia mulai mengadakan penelitian tantang penyebab timbulnya penyakit kencing manis yaitu disebabkan karena kekurangan sejenis hormon di pulau Langerhans didalam pankreas. Hormon ini kemudian diberi nama oleh Schafer dengan nama INSULIN.
Banting meninggal pada tanggal 21 February 1941 di Newfoundland, Kanada pada usia 49 tahun dan dikebumikan di Mount Pleasant Cemetery in Toronto.
Berikut beberapa koleksi foto saya tentang biografi Frederick Grant Banting
Banting dengan pakaian militer (kiri), bersama dengan rekan kerja Charles Best (kanan)


Read more: http://indodiabetes.com/frederick-grant-banting-penemu-insulin.html#ixzz1GD87hOZJ

Selasa, 08 Maret 2011

Logo minahasa tempo doeloe

Galeri Foto Minahasa: Logo Minahasa Tempo Doeloe

Logo Afdeling Minahasa 1932.
Logo Keresidenan Manado & Afdeling Manado (dalam Minahasaraad).
Sama deng di atas logo Keresidenan & Afdeling Manado.
Logo Keresidenan Manado.
Logo Keresidenan Mando yang kedua (setelah beberapa afdeling ditambahkan).

Senin, 21 Februari 2011

Batu Megalitik di Minahasa

Batu Megalitik di MinahasaSAAT berplesiran ke Minahasa, janganlah lupa untuk mengunjungi Watu Pinawetengan, sebuah batu megalitik yang mempunyai bentuk unik. Di antara hijaunya kaki Gunung Soputan, situs ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. 

Menurut sejarah Minahasa dan penelitian arkeologi, batu yang terletak di Kecamatan Tompaso atau sekitar 60 kilometer dari Manado, Sulawesi Utara, adalah tempat dimana nenek moyang pertama membagi tanah diantara sembilan sub etnis Minahasa. 

Pada permukaan batu terdapat ukiran buatan tangan. Gambar ini menunjukkan manusia, alat kelamin manusia, dan garis-garis tanpa makna yang jelas. 

Selain itu, batu yang mempunyai panjang empat meter dan tinggi dua meter ini menurut sebagian warga lokal juga terlihat seperti pulau Minahasa. 

Selain situs sejarah, batu ini juga digunakan sebagai fasilitas untuk berdoa oleh masyarakat setempat dan wisatawan. Bahkan beberapa orang asing sering datang ke sini untuk melakukan ritual tertentu seperti meminta pemulihan, dan perlindungan serta melakukan ritual untuk berterima kasih kepada Tuhan atas apa yang mereka miliki. 

Ketika memasuki situs Watu Pinawetengan, Anda harus melepas alas kaki sebagai sebuah penghormatan karena diyakini bahwa tempat ini masih memiliki sisi magis religius. 

Karena terletak di kaki Gunung Soputan, pemandangan indah nan hijau khas pegunungan juga bisa Anda nikmati di sini. Bangku kayu tersedia untuk menikmati pemandangan dari sisi gunung. 

Sekitar 100 meter dari batu ini, anda bisa berjalan menuruni tangga untuk menuju sebuah mata air. Air dari mata air ini bisa diminum. 

Lokasi wisata Watu Pinawetengan dapat diakses dengan mobil pribadi atau kendaraan umum. Bila memilih transportasi umum, Anda dapat naik sebuah bus dari terminal bus Karombasan. 

Namun bila Anda menggunakan mobil sewaan, dapat mengambil jalan menuju Tomohon kemudian ke Kawangkoan. Dari Kawangkoan, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan taksi motor. 

Objek wisata ini memiliki akses jalan yang sempit dengan tikungan tajam. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati saat berkendara di wilayah ini. Meskipun begitu, selama perjalanan Anda akan melihat gunung-gunung dan sawah besar dengan sapi dan kuda di padang rumput hijau.